opics:

YALA – Tiga bom meledak di Yala dan Narathiwat, Thailand pada Senin (31/10/2011) pagi, dan melukai empat orang. Dua dari korban tersebut masing-masing kehilangan anggota tubuhnya.

Seperti dilansir Bangkok Post, di Narathiwat, kepala kepolisian distrik Waeng, Kolonel Polisi Saneh Janyasathit, mengatakan bom pertama meledak sekitar 06:30 waktu setempat di Ban Nam Khao di Tambon Khlae di Waeng. Dampak bom ini kaki kanan Surapong Srisuwanno, seorang relawan kemanusian berusia 35 tahun, putus.

Saksi mata mengatakan Surapong sedang bertugas di sebuah bilik keamanan desa. Dia berjalan keluar untuk memeriksa jalan menuju desa setelah diinformasikan terjadi penutupan jalan karena pohon ditumbangkan.

“Surapong menginjak sebuah bom diletakkan di bawah cabang-cabang pohon,” demikian dikatakan warga setempat.

Sementara itu, Muhamad Pasudi Isosaha (16) dan Ruslan Yuso (10) tersandung bom yang disembunyikan di sebuah perkebunan karet di dekat Ban Kolo Kawe, di Tambon Sisakhon, kabupaten Sisakhon.

Muhamad Pasudi Isosaha langsung harus menerima bahwa dirinya kehilangan kaki kirinya dalam ledakan tersebut. Sedangkan Ruslan terluka pada sekujur tubuhnya dan terparah di bagian kaki.

Kemudian pada pukul 09:50, sebuah bom meledak di jalan di Khalae Ban, distrik Bacho Narathiwat. Namun dalam ledakan bom ini tidak ada korban.

Seorang kopral polisi terluka dan satu mobil patroli rusak oleh ledakan bom di Yala, kabupaten Bannang Sata. Serangan itu terjadi sekitar 10:00, ketika sebuah bom yang terkubur pada sebuah lubang di Highway 410 (Yala-Betong) meledak di dekat desa Pa Nok Wang.

Kopral Polisi Ruangrit Rongthip, 27, polisi,dari Bannang Sata, salah satu dari dua polisi yang saat itu berada di dalam kendaraan polisi. Dia terluka di wajah dan dirawat di rumah sakit kabupaten. Sementara itu, Sersan Mayor Polisi Thirasak Wattanakul, pemimpin patroli, tidak terluka.

Incoming search terms: